Sarapan buburHari sabtu tanggal 26 januari aku bersama keluarga pergi ke Bandung. Kami berangkat dari rumah jam 4 pagi. tadinya mau lewat jalan tol tapi nggak jadi soalnya, uaku yang di Cianjur mau ikut.
With Mom en uaKarena berangkat dari rumah belum sarapan, sebelum sampai Puncak mampir dulu ketukang bubur  dech… buburnya rasanya asiin.. banget tapi kalau aku gak masalah soalnya lagi laper. Sampai dirumah uaku yang di Cianjur jam 7 pagi, disana ngobrol-ngobrol dulu nggak langsung berangkat jadinya sampai di Bandung kurang lebih jam 10 pagi.Disana aku bermain-main bersam gengku dan geng Cianjur, kalo geng ua mah udah pada gede. Sama ua disuguhi makanan dan minum (air zam-zam)oleh-oleh dari Mekah karena ua yang di Bandung ini baru pulang haji.
ini oleh2 haji
Sorenya aku juga diajak ke rumah uaku yang satu lagi di Cicalengka.Disana aku makan jagung rebus, lalu  kembali lagi  ke rumah ua yang diBandung trus menjelang magrib pulang. Nggak pulang seh tapi kerumah nenekku di Cianjur selatan setelah tentunya nganterin keluarga ua yang di Cianjur tadi. Adik2ku+Geng Cianjur
Sampai dirumah nenek jam 10.00 malam, nenek dan kakekku juga belum tidur karena tahu kami mau datang. Keesokan harinya aku diajak kang Irwan pergi ke kebun dan sawah nenek, duduk-duduk disaung dikebun yang ada di dekat sawah nenekku sambil mendengar gemericik air yang mengalir.Disana pemandangannya indaah… sekali. Aku melihat ada burung elang yang sedang terbang,ada sungai kecil yang mengalir.Aku,adik-adik,nenekAku bermain disungai itu.Aku juga naik bukit yang adalah kebun kakek dan nenek. dari situ, pemandangan terlihat lebih indah ditambah udara yang sejuk.disana asyiiik..Sayang mainnya gak bisa lama karena kami harus pulang karena besok senin harus sekolah.
Basith,Qoyyum en aa IrwanPerjalanan pulang sangat lancar, tidak biasanya hari minggu sore di Puncak cukup sepi sehingga ayah tidak kecapean nyetirnya. Sekitar jam 5 sore sudah berada dijalan tol dan tiba-tiba ayah menghentikan mobilnya karena salah satu bannya tiba-tiba kempes.
with AmihAlhamdulillah tidak terjadi apa-apa padahal saat itu mobil dalam keadaan cukup kencang juga. Saat ayah sedang memasang ban cadangan ada petugas layanan jalan tol berhenti, tapi beberapa saat kemudian orang itu pergi setelah mengetahui ayahku bisa mengganti ban sendiri. Keluar jalan tol ayah mencari tukang tambal ban tubles. Dan kami sampai dirumah sekitar jam 19.30.
Alhamdulillah.